Setiap negara memiliki tradisi dan kebiasaan masing-masing termasuk juga tentang pernikahan. Namun, pernahkah kalian melihat atau mendengar tentang tradisi pernikahan di Mongolia? Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk paling sedikit di dunia tentu tidak banyak yang mengetahui tradisi serta adat istiadat negara tersebut. Padahal tradisi masyarakat Mongolia sangat unik dan menarik untuk dibahas.

Topi pernikahan 10 kg

Mengenal Tradisi Mongolia

Jika di Indonesia kalian pasti sudah akrab dengan berbagai hiasan kepala yang sering dipakai pengantin perempuan di pesta pernikahannya. Perlu kalian ketahui jika hiasan kepala tersebut tidaklah seringan yang kalian bayangkan. Bahkan, beberapa mengatakan jika beban hiasan bisa mencapai 3 kg. Sudah bisa dibayangkan betapa berat dan lelahnya pengantin tersebut.

Hal ini hampir sama dengan di Mongolia. Suku-suku di negara tersebut memiliki tradisi yang sama tentang hiasan kepala mempelai perempuan. Tidak tanggung-tanggung beban hiasan atau topi yang dipakai pengantin perempuan Mongolia bisa mencapai 10 kg. Hal ini dikarenakan topi yang dipakai kebanyakan dihiasi dengan benda-benda berharga seperti emas dan batuan mulia lainnya.

Akan tetapi ternyata topi tersebut bukanlah sembarang topi. Topi tersebut memiliki peranan yang sangat penting karena topi tersebut dimaksudkan juga sebagai “mahar” pernikahan untuk mempelai perempuan. Semakin berat dan berharga topi yang dikenakan maka semakin besar pula bekal yang diberikan kepada mempelai perempuan tersebut.

Seperti yang telah disebutkan, karena topi tersebut berkaitan dengan seberapa besar bekal yang diberikan untuk mempelai perempuan maka ada kecenderungan semakin tinggi status sosial pengantin pria maka beban topi akan semakin berat pula. Jika keluarga mempelai sangat kaya maka bukan tidak mungkin jika “mahar” yang diberikan bisa lebih dari 10 kg.

Sementara itu, jika mempelai pria tidak terlalu kaya maka biasanya beban topi yang dikenakan pengantin wanita akan berkurang setengahnya. Dari 10 kg menjadi hanya 5 kg saja. Meskipun tradisi ini sudah terbilang kuno tapi masyarakat Mongolia masih mempertahankan tradisi tersebut hingga sekarang. Biarpun tradisi ini terdengar merepotkan tapi setidaknya sebagai warisan budaya masih perlu dilestarikan agar tidak punah dan hilang ditelan zaman.

Budaya Mongolia di Indonesia

Topi pernikahan 10 kg

Meskipun negara Mongolia tidak terlalu dikenal di tanah air, tapi ternyata cukup banyak yang tertarik dan penasaran akan budaya masyarakat di negara tersebut. Mengingat  biaya traveling ke Mongolia cukup mahal dan memakan waktu, terlebih saat pandemi seperti saat ini penerbangan ke negara lain sangat sulit dilakukan maka kalian yang tertarik mengenal Mongolia bisa melakukan wisata kecil-kecilan di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung yang berada di Banten.

Di daerah tersebut tepatnya di Mongolian Culture Centre kalian bisa menemukan berbagai bangunan khas negara tersebut. Dengan luas daerah yang mencapai 1 hektar kalian dijamin akan merasa puas dengan berbagai desain dari arsitek asal Mongolia. Saking komplitnya kalian bahkan bisa melihat bangunan tradisional (tenda) khas negara tersebut yang bernama Ger.

Di daerah wisata tersebut, kalian tidak hanya berkesempatan untuk melihat-lihat tenda khas Mongolia yang sangat kental dengan nuansa nomaden tapi juga kalian bisa memakai pakaian khas dari negara tersebut dan berfoto disana. Kalian juga tidak perlu khawatir soal keaslian dan kualitas berbagai bangunan dan pakaian disana karena semua bahan dan materialnya diimpor langsung dari Mongolia. Oleh sebab itu, tidak heran jika Mongolian Culture Centre menjadi salah satu lokasi wisata yang terkenal.

Tidak hanya berkesempatan untuk mengenal budaya dan adat istiadat Mongolia, kalian juga berkesempatan untuk mengetahui berbagai sejarah menarik tentang negara tersebut. Hal ini juga termasuk mengenal tentang Genghis Khan yang merupakan pendiri kekaisaran Mongolia. Oleh sebab itu kalian juga sebaiknya tidak lupa untuk mencatat berbagai hal penting yang disampaikan oleh petugas disana.

Sementara itu, jika kalian bosan maka kalian bisa santai sambil mencicipi berbagai hidangan khas Mongolia yang tersedia di restoran yang ada di salah satu resort di sana. Meskipun sangat disayangkan karena tidak bisa menikmati di area Mongolian Culture Centre tapi setidaknya jarak restoran tersebut tidak terlalu jauh.

Untuk menikmati wisata bernuansa khas Mongolia ini kalian tidak perlu khawatir soal harga. Pihak pengelola kawasan wisata tersebut menyediakan berbagai paket wisata dengan harga yang sangat terjangkau. Sayangnya, untuk saat ini belum diketahui tariff terbaru untuk memasuki kawasan wisata tersebut. Namun, dulu pihak pengembang masih menggratiskan pengunjung untuk memasuki Mongolian Culture Centre. Kalian hanya perlu membayar biaya sekitar Rp 50 ribu jika kalian ingin mengenakan kostum tradisional Mongolia dan tambahan Rp 50 ribu jika kalian ingin mencoba memanah.

Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? Meskipun saat ini kalian belum bisa mengunjungi negara tersebut setidaknya kalian bisa berwisata di daerah yang mirip sekaligus bisa mengenal adat istiadat negara tersebut. Siapa tahu beberapa tahun lagi kalian bisa berkunjung ke Mongolia yang sebenarnya.