Jika berbicara mengenai Mongolia tentu pikiran kalian akan langsung tertuju pada Genghis Khan. Panglima terkenal asal Mongolia ini memang sudah terkenal di seluruh dunia. Namun, tahukah kalian jika negara Mongolia menumpan berbagai keunikan tersendiri? Baik itu dari segi keindahan alam, tradisi dan penduduknya semua menyimpan keunikan yang sangat menarik oleh sebab itu, jika kalian ingin mencari pengalaman wisata yang lain dibandingkan yang lain maka Mongolia bisa jadi pilihan terbaik.

Petualangan seru di Mongolia

Apa Saja Yang Bisa Kalian Lakukan Di Mongolia?

Mongolia terkenal memiliki cuaca yang cukup ekstrim. Saat musim dingin suhunya bisa mencapai puluhan derajat dibawah nol. Oleh karena itu, jika kalian kesana jangan lupa untuk membawa pakaian yang tebal. Namun, meskipun cuacanya sangat dingin tapi bukan berarti kalian tidak bisa bersenang-senang dan melakukan berbagai petualangan di negara tersebut. apa saja yang bisa dilakukan di Mongolia? Berikut daftarnya.

1.   Menginap di Ger

Rumah atau tenda tradisional khas Mongolia ini telah digunkan selama ribuan tahun oleh penduudk Mongolia. Jangan bayangkan Ger seperti tenda pada umumnya karena bangunan tersebut memeiliki rangka yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan tenda bisa. Kalian juga tidak perlu khawatir kedinginan karena Ger telah dirancanag untuk menghangatkan para penghuninya.

2.   Menunggang kuda

Sebagai negara yang masih dikatakan sangat tradisional, menunggang kuda merupakan hal yang lazim ditemui di Mongolia. Bahkan, selain kuda ada juga suku di sana yang mengendarai rusa kutub untuk transportasi dan berburu. Oleh sebab itu, sebaiknya kalian tidak melewatkan kesempatan ini.

3.   Mencoba berburu dengan elang

Di Mongolia terdapat tradisi berburu unik yang disebut dengan berkutchi. Berbeda dengan pemburu lain yang biasanya menggunakan anjing maka para pemburu di Mongolia menggunakan elang untuk membantu menangkap mangsa. Tradisi ini disebut-sebut sudah dilakukan sejak 6000 tahun lalu oleh penduduk Mongolia. Sayangnya, tradisi ini semakin lama semakin sulit ditemukan.

Tradisi nomaden yang telah berakar

Petualangan seru di Mongolia

Karena masyarakatnya yang masih tradisional maka tidak heran jika masih banyak masyarakat Mongolia yang memiliki gaya hidup seperti nenek moyang mereka yaitu nomaden. Tradisi ini ini masih mengakar kuat di masyarakat tersebut. Namun, kebanyakan masyarakat Mongolia yang melakukannya merupakan suku-suku tradisional yang tinggal di luar ibukota.

Meskipun jumlah masyarakat Mongolia sangat sedikit tapi persentase yang masih menjalani gaya hidup nomaden terbilang cukup tinggi yaitu sekitar 30-40%. Tidak hanya tradisi nomaden saja yang masih terasa, penggunaan tenda tradisional (Ger) juga masih sangat tinggi. Hal tersebut menjadikan suasana di Mongolia terasa seperti tidak pernah berubah sejak zaman dulu. Oleh karena itu, jangan heran jika kalian menemukan masyarakat yang mengendarai kuda di luar ibu kota negara karena mobil bisa dikatakan cukup jarang.

Salah satu suku unik yang terkenal dengan kehidupan nomadennya adalah suku Dukha yang dijuluki sebagai manusia rusa. Julukan ini bukanlah tanpa alasan karena suku tersebut merupakan suku penggembala rusa kutub terakhir di dunia.

Sama seperti suku penggembala lainnya, suku Dukha hidup dan sangat bergantung pada rusa mereka. Dengan bantuan rusa mereka bisa mendapatkan makanan,p akaian serta membantu perburuan. Suku ini juga termasuk suku dengan masa berpindah yang cukup singkat yaitu sekitar 7-10 bulan. Jika dirasa cuaca mulai memburuk maka suku tersebut akan berpindah mengikuti rusa-rusa yang mereka miliki.

Sayangnya, meski dikatakan sebagai suku penggembala rusa terakhir tapi kehidupan suku tersebut mulai terancam oleh berbagai sebab. Pertama adalah karena modernisasi. Sudah menjadi rahasia umum jika iklim Mongolia sangat tidak bersahabat saat musim dingin. Musim dingin bisa jadi sangat ganas terutama jika sumber makanan mulai berkurang. Oleh sebab itu, banyak anak muda suku Dukha yang lebih memilih meninggalkan kampung halaman dan bekerja di kota.

Kedua adalah perburuan liar. Mongolia juga dikenal akan hasil tambangnya yang berupa emas dan berbagai logam lainnya. Namun hal tersebut justru menimbulkan permasalahan baru setelah pertambangan emas mulai dibuka. Banyak rusa kutub yang diburu oleh para penambang emas sebagai bahan makanan sehingga menyebabkan populasinya terus turun. Hingga saat ini tidak setidaknya hanya tersisa 40 keluarga dengan sekitar 1000 rusa kutub yang tersisa di suku tersebut.

Tidak hanya dua alasan di atas, ternyata keberadaan suku tersebut juga dipersulit dengan semakin sempitnya lahan perburuan mereka. Jika dulu suku Dukha masih bisa berburu binatang di hutan maka sejak kawasan hutan menjadi kawasan taman nasional maka pergerakan suku tersebut semakin terbatas. Hingga akhirnya mau tidak mau mereka menjadikan rusa serta gaya hidup suku Dukkha sebagai pariwisata.

Banyak penduduk suku Dukha yang akhirnya memilih pindah ke daerajh yang lebih hangat karena daerah tersebut menjadi favorit para turis. Dengan memanfaatkan rusa kutub yang semakin langka mereka mencoba menambah penghasilan untuk kemudian digunkan untuk bekalmenghadapi musim dingin. Sayangnya, saat ini banyak ynag mulai melarangnya dengan alasan membanhayakan kehidupan rusa kutub tersebut.